CIBUBUR, PERGATSI – Tim gateball Papua berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gateball 2026 di Lapangan Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON), Cibubur, Jakarta Timur.
Meski hanya mengirimkan sembilan atlet dan tiga ofisial untuk mengikuti lima nomor pertandingan, kontingen Papua mampu menunjukkan daya saing dengan meloloskan satu nomor hingga meraih gelar juara pertama.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pengprov Pergatsi) Papua, Edu M.P. Sasarari, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama tim, kekompakan atlet, serta keyakinan untuk memberikan hasil terbaik. Ia bersyukur kontingen Papua dapat membawa pulang medali emas dari kejuaraan yang berlangsung pada 20–24 Oktober 2026.
“Kami datang dengan sembilan atlet dan tiga ofisial, mengikuti lima nomor pertandingan. Dari lima nomor itu, satu berhasil melaju hingga meraih medali emas. Kami berdoa dan berusaha memberikan yang terbaik, dan Tuhan mengizinkan kami menjadi juara,” kata Edu di Cibubur, Sabtu (24/10/2026).
Motivasi
Menurut Edu, capaian tersebut menjadi motivasi bagi tim Papua untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya. Ia menegaskan, keberhasilan kali ini tidak boleh membuat atlet berpuas diri, tetapi harus menjadi pijakan untuk meraih hasil yang lebih baik.
“Harapan kami, tetap optimistis. Insyaallah, ke depan prestasi bisa lebih bagus lagi,” katanya.
Salah satu kekuatan tim Papua terlihat pada nomor triple campuran. Empat pemain yang memperkuat nomor tersebut, yakni Pandi Potabuga, Christina Ruwihastuti, Randi Saputra Adinata, dan Iverson Alfred Manderos, bekerja di lingkungan Balai Jalan Papua. Kesamaan lingkungan kerja tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung terjaganya kekompakan tim..
“Karena bekerja di Balai Jalan Papua, mereka masih bisa mengatur waktu untuk berkumpul dan bermain bersama. Dengan begitu, kekompakan tetap terjaga dan terus terbina,” jelasnya.
Edu menjelaskan, kekompakan menjadi salah satu modal penting tim Papua dalam menghadapi persaingan di tingkat nasional. Para atlet yang berlaga pada kejuaraan tersebut memiliki kedekatan karena bekerja di lingkungan kantor yang sama, yakni Balai Jalan, sehingga memiliki kesempatan untuk membangun kebersamaan dan berlatih bersama.
Membangun Komunikasi
Kebersamaan tersebut menjadi salah satu faktor pendukung dalam membangun komunikasi dan koordinasi selama pertandingan. Menurut Edu, kerja sama yang terjaga perlu terus diperkuat agar tim mampu menghadapi lawan dengan persiapan yang lebih matang.
Ia juga menilai pengalaman bertanding di Kejurnas Gateball 2026 menjadi bekal berharga untuk mengevaluasi kemampuan atlet, terutama dalam meningkatkan konsistensi permainan pada setiap nomor yang diikuti.
Ke depan, Pengprov Pergatsi Papua akan mempersiapkan atlet untuk menghadapi agenda kompetisi berikutnya, termasuk Prapon 2027 dan PON 2028. Edu menyatakan kesiapan Papua untuk mengikuti kompetisi tersebut, terlepas dari lokasi penyelenggaraannya.
“Kami akan mempersiapkan nomor yang menjadi andalan untuk Prapon 2027 dan PON 2028. Di mana pun kejuaraannya dilaksanakan, kami siap mengikuti,” ujarnya.
Menurut Edu, persiapan berkelanjutan diperlukan agar atlet Papua dapat meningkatkan kualitas permainan dan mempertahankan daya saing. Evaluasi dari Kejurnas 2026 akan menjadi bagian dari upaya tersebut, sehingga tim tidak hanya mengandalkan kekompakan, tetapi juga semakin matang dari sisi teknik dan pengalaman bertanding. Keberhasilan meraih medali emas di Cibubur menjadi modal bagi gateball Papua untuk melanjutkan pembinaan atlet. (PAH/ROY)