Tangsel Open Tournament Gateball 2026 Sukses Digelar, Jadi Ajang Uji Venue Porprov Banten

Berita
27 Jul 2026

Tangsel Open Tournament Gateball 2026 Sukses Digelar, Jadi Ajang Uji Venue Porprov Banten

TANGERANG SELATAN, PERGATSI- Diikuti lebih dari 200 peserta dari enam provinsi, kejuaraan selama tiga hari di Kampuse Kademangan Tangerang Selatan menjadi momentum kebangkitan olahraga Gateball sekaligus mengasah kesiapan penyelenggaraan Porprov Banten 2026.


Semangat pengembangan olahraga Gateball kembali bergelora di Kota Tangerang Selatan melalui penyelenggaraan Tangsel Open Tournament Gateball 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Juli 2026, di Venue Kampuse Kademangan, Tangerang Selatan. Kejuaraan yang diikuti lebih dari 200 atlet dari berbagai daerah ini menjadi salah satu agenda penting dalam mempersiapkan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026 sekaligus memperkuat pembinaan atlet Gateball di tingkat daerah maupun nasional.


Peserta yang ambil bagian berasal dari enam provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung. Kehadiran para atlet dari berbagai daerah menciptakan persaingan yang kompetitif sekaligus menjadi ajang silaturahmi antarkomunitas Gateball di Indonesia.

Ketua Panitia Tangsel Open Tournament Gateball 2026, Puja Samedhi, mengatakan penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan bagian dari upaya menggiatkan kembali olahraga Gateball di Kota Tangerang Selatan. Selain menghadirkan kompetisi yang berkualitas, kegiatan ini juga memiliki sejumlah tujuan strategis yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga tersebut.


“Kami ingin menggiatkan kembali kegiatan Gateball di Kota Tangerang Selatan melalui Tangsel Open Tournament 2026. Kejuaraan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana untuk mengukur kesiapan venue yang akan digunakan pada Porprov Banten 2026, menguji kemampuan atlet-atlet Gateball Tangerang Selatan, sekaligus menjadi media pembelajaran bagi para pegiat Gateball dalam menyelenggarakan turnamen berskala besar yang diikuti peserta dari berbagai provinsi,” ujar Puja Samedhi saat diwawancarai khusus oleh PERGATSI di Tangerang Selatan, Minggu (26/7/2026).



Pengalaman

Menurutnya, penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi pengalaman berharga bagi seluruh panitia dan pemangku kepentingan dalam mempersiapkan event olahraga yang lebih besar di masa mendatang. Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 200 orang, seluruh aspek penyelenggaraan, mulai dari teknis pertandingan hingga pelayanan kepada atlet, menjadi bagian penting dalam proses evaluasi menuju Porprov Banten 2026.


Selama tiga hari pelaksanaan, pertandingan berlangsung dalam suasana kompetitif namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Para atlet menampilkan kemampuan terbaiknya pada nomor Single Putra, Single Putri, Triple Bebas, dan Beregu Campuran.


Pada nomor Single Putra, gelar juara diraih Erhan dari Cimancis Cirebon setelah tampil konsisten sepanjang pertandingan. Posisi runner-up ditempati Candra dari Cilacap, sedangkan peringkat ketiga bersama diraih Nyoman dan David Uyung yang sama-sama berasal dari Lampung.


Di sektor Single Putri, Latifah dari Lampung berhasil keluar sebagai juara. Karisa dari Temanggung menempati posisi kedua, sementara Sri Hayati dari RG DKI serta Fisika dari Cimancis Cirebon berbagi posisi ketiga.



Turnamen Lebih Besar

Persaingan sengit juga tersaji pada nomor Triple Bebas. Tim Sonata Elka berhasil menjadi juara, disusul RGB-B sebagai runner-up. Adapun posisi ketiga bersama ditempati DSX Bandung Barat dan Pelindo Jawa Timur.


Sementara itu, pada nomor Beregu Campuran, Batu Mas Bandung sukses meraih gelar juara setelah mengalahkan Cimancis Cirebon di partai final. DSX Bandung Barat dan Pelindo Jawa Timur berbagi posisi runner-up kedua.


Puja berharap keberhasilan penyelenggaraan Tangsel Open Tournament 2026 dapat menjadi pijakan untuk menghadirkan turnamen yang lebih besar pada tahun mendatang serta semakin memperluas pembinaan olahraga Gateball di berbagai daerah.


“Harapan kami, tahun depan Tangsel Open Tournament dapat diselenggarakan dengan skala yang lebih besar lagi sehingga mampu menjadi pendorong berkembangnya olahraga Gateball, khususnya di Kota Tangerang Selatan dan Provinsi Banten pada umumnya. Kami optimistis semakin banyak kompetisi akan melahirkan atlet-atlet berkualitas yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya.


Keberhasilan Tangsel Open Tournament Gateball 2026 tidak hanya menjadi indikator kesiapan Kota Tangerang Selatan sebagai tuan rumah berbagai kejuaraan olahraga, tetapi juga memperlihatkan semakin tumbuhnya antusiasme masyarakat terhadap Gateball. Melalui kolaborasi antara panitia, atlet, pengurus, dan seluruh pemangku kepentingan, kejuaraan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem pembinaan Gateball yang berkelanjutan di Indonesia. (PAH/ROY)