Terpilih Aklamasi, I Ketut Sudiana: Perbanyak Turnamen di Bali

Berita
28 Feb 2026

Terpilih Aklamasi, I Ketut Sudiana: Perbanyak Turnamen di Bali

Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Provinsi Bali, yang digelar pada 6 Desember 2025 di Ruang Rapat KONI Provinsi Bali, menandai babak baru perkembangan olahraga gateball di Pulau Dewata. Melalui proses musyawarah dan mufakat yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan, Prof Dr I Ketut Sudiana, SPd, MKes, terpilih sebagai Ketua Umum Pergatsi Bali periode 2025–2029.


Pimpinan Sidang Musprov Pergatsi Bali, I Ketut Jiwa, dalam wawancara dengan Redaksi Tabloid Gateball melalui aplikasi Zoom, Senin (29/12/2025), menjelaskan bahwa Musprov dilaksanakan karena masa bakti kepengurusan periode 2021–2025 telah berakhir pada Desember 2025. “Musprov ini merupakan amanat organisasi. Kepengurusan lama di bawah Ketua Umum I Gusti Ngurah Adnyana telah menyelesaikan masa baktinya,” ujar Jiwa.


Dalam Musprov tersebut, terdapat dua kandidat calon ketua umum, yakni Prof Dr I Ketut Sudiana dan I Made Supartha, anggota DPRD Provinsi Bali. Berdasarkan dukungan mayoritas pengurus kabupaten/kota—lima hingga enam dari total sembilan, bahkan berpotensi mencapai tujuh—Prof Ketut Sudiana memperoleh dukungan terbesar. Sementara itu, I Made Supartha dicalonkan oleh dua kabupaten/kota.


Atas saran Ketua Umum sebelumnya, I Gusti Ngurah Adnyana, kedua kandidat kemudian melakukan dialog secara kekeluargaan. Hasilnya, I Made Supartha memutuskan memberikan dukungan kepada Prof Ketut Sudiana. Dengan demikian, pemilihan ketua umum dilakukan secara aklamasi. “Proses ini mencerminkan kedewasaan berorganisasi. Musprov berjalan damai dan penuh rasa kekeluargaan,” kata Jiwa.


Bagi Prof Ketut Sudiana, jabatan ini bukanlah hal baru. Pada periode 2017–2021, ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Pergatsi Bali. Bahkan, pada Musprov periode tersebut, Prof Ketut Sudiana dipercaya sebagai Ketua Sidang, dengan Jiwa bertindak sebagai Sekretaris Sidang. Pada periode 2021–2025, karena kesibukan, ia tidak masuk kepengurusan hingga akhirnya kembali dicalonkan dan terpilih pada Musprov 2025.


Salah satu agenda besar kepengurusan baru adalah mendorong Bali menjadi tuan rumah turnamen gateball berskala internasional. Jiwa optimistis Bali memiliki daya tarik global yang kuat. “Kalau Bali yang mengundang, negara lain pasti banyak yang datang. Dunia lebih dulu mengenal Bali,” ujarnya.


Tuan Rumah Kejurnas


Selain turnamen internasional, Bali juga diproyeksikan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gateball. Ketua Harian PB Pergatsi Khalawi disebut telah menyampaikan peluang tersebut. Saat ini, terdapat tiga lapangan potensial di Gianyar yang dapat digunakan. “Kami akan mengundang PB untuk menilai kelayakan lapangan. Kalau belum layak, kami berharap ada dukungan agar bisa memenuhi standar,” kata Jiwa yang juga pelatih Gateball dan pengasuh Klub Gateball Kebo Wiwo.


Rencana pelaksanaan Kejurnas diperkirakan pada Juli atau Agustus 2026. Namun, seluruh langkah strategis baru akan dijalankan setelah kepengurusan resmi dilantik dan Surat Keputusan diterbitkan oleh PB Pergatsi. Susunan pengurus Pergatsi Bali periode 2025-2029 telah dirampungkan pada 21 Desember 2025 dan disampaikan kepada KONI Bali serta PB Pergatsi.


Menurut Jiwa, tantangan utama Pergatsi Bali selama ini adalah minimnya kejuaraan. Karena itu, kepengurusan baru menargetkan penyelenggaraan turnamen rutin setiap tahun, mulai dari kejuaraan provinsi hingga kejuaraan nasional, bahkan internasional. “Dengan kompetisi yang berkesinambungan, prestasi atlet akan lebih berkembang,” ujarnya. (HRZ/PAH)